Pembentukan KDS ODHA Rumah Sakit Universitas Airlangga

Sebagian besar orang saat mengetahui bahwa diri sendiri positif HIV bagaikan mendapatkan bom kehidupan bagi sebagian Orang Dengan HIV & AIDS (ODHA). Bagaimana tidak jika ia harus menerima bahwa virus itu akan seterusnya ada dalam tubuhnya. Hal ini diperparah dengan masih tingginya stigma dan diskriminasi bagi ODHA dalam masyarakat sehingga teman-teman ODHA sulit membuka diri di masyarakat akan penyakit yang sedang di deritanya. ODHA memerlukan sebuah sarana untuk saling berbagi dan mendukung kehidupannya.

Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) sebagai layanan kesehatan yang menyediakan poli khusus untuk HIV & AIDS dan Yayasan PLATO sebagai LSM yang salah satu fokusnya bergerak untuk memberdayakan ODHA bekerja sama untuk membentuk Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) bagi ODHA. KDS adalah sebuah wadah yang di bentuk untuk mendukung dan berbagi informasi kepada teman-teman sebaya lain yang baru mengetahui status HIV-nya. Sebaya di sini diartikan dengan senasib sepenanggungan (sama-sama hidup dengan HIV/AIDS), atau pun memiliki latar belakang faktor resiko infeksi yang sama seperti pengguna narkoba suntik dan pasangan, melalui transmisi seksual, pekerja seks, Gay, waria, dan transgender.

Kegiatan pembentukan KDS ODHA RSUA diharapkan dapat menumbuhkan semangat bagi pasien HIV/AIDS untuk tetap berobat dan menjalani hidup yang lebih berkualitas. Pertemuan pertama pembentukan KDS ODHA dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2019 di Rumah Sakit Universitas Airlangga. Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 20 pasien RSUA yang positif HIV. Kegiatan dibuka oleh Ketua Pelaksana Harian Tim HIV AIDS RSUA Tri Pudy Asmarawati, dr., Sp.PD. Selanjutnya kegiatan diserahkan sepenuhnya kepada fasilitator dari PLATO yaitu Anna Mahsusoh, S.KM.

Fasilitator mengawali acara dengan saling mengenal antar peserta. Hal ini penting dilakukan karena kedepannya peserta ini akan menjadi satu kelompok. Selanjutnya kegiatan berupa identifikasi perasaan dan persepsi terkait menjadi ODHA dengan cara fasilitator menyampaikan beberapa pernyataan dan peserta memilih berada pada posisi iya, tidak atau ragu-ragu. Selanjutnya adalah melakukan analisis kebutuhan ODHA dengan metode diskusi. Kegiatan terakhir adalah menerangkan tentang apa itu KDS dan sesi tanya jawab. Rangkaian kegiatan ini dilakukan untuk menyampaikan pesan penting adanya KDS bagi mereka. Manfaat tergabung dalam KDS bagi ODHA adalah sebagai berikut:

1. Menolong ODHA agar tidak merasa sendiri dalam menghadapi masalah

2. Menyediakan kesempatan untuk bertemu orang lain dan berteman

3. Menolong ODHA menjadi lebih percaya diri dan kuat dari segi psikis dan sosial

4. Berfungsi sebagai wadah untuk melakukan kegiatan

5. Mempertemukan ODHA dari berbagai latar belakang yang berbeda,serta menambah saling pengertian dan toleransi

6. Saling membantu berbagi sumber daya, ide dan informasi misalnya tentang pengobatan terbaru atau layanan dukungan setempat

7. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keadaan yang dihadapi anggota kelompok dengan memberi gambaran dan penilaian yang positif pada ODHA

8. Membangun dan memperkuat jejaring

9. Mengurangi stigma dan diskriminasi baik dari dalam maupun dari luar

Hasil dari analisis kebutuhan peserta diantaranya adalah peserta membutuhkan informasi terkait HIV & AIDS secara komprehensif, dukungan dari keluarga dan masyarakat sekitar serta tidak adanya diskriminasi untuk mereka. Peserta pembentukan KDS ODHA di RSUA berkomitmen untuk menjadi ODHA yang layak disayangi, dihormati dan dihargai bukan dikasihani. Mari kita dukung ODHA untuk hidup sehat tanpa stigma dan diskriminasi.