Bekerja Bersama untuk Putat Jaya Bebas Narkoba

Dalam rangka mewujudkan Indonesia bebas narkoba, dibutuhkan penguatan kerja sama semua pihak dan keterlibatan aktif masyarakat. Pada 2016, dalam Laporan Kinerja BNN menyatakan bahwa capaian indeks kemandirian partisipasi pada masyarakat masih dalam kategori kurang mandiri, karena masih berada pada skala di bawah 2,51. Artinya sasaran strategis masyarakat dalam P4GN secara nasional belum terwujud atau kurang mandiri.

Terobosan Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba melalui upaya pengembangan komunitas menjadi salah satu alternatif solusi dalam membangun sistem pencegahan dan penanggulangan narkoba di tengah masyarakat. Awal  2017, BNNP Jawa Timur dan BNNK Surabaya bersama CADCA (Community Anti Drug Coalition of America) melakukan pemetaan sasaran dan kawasan untuk pembinaan komunitas anti Narkoba. Kelurahan Putat Jaya terpilih sebagai wilayah “pilot project.

Pemetaan tersebut berlanjut ke “Pelatihan dan Pembentukan Komunitas Koalisi Anti Narkoba Kelurahan Putat Jaya” pada 18 dan 19 Mei 2017 yang terselenggara atas kerjasama  CADCA dan PLATO Foundation. Dari pelatihan ini terbentuklah Komunitas Anti Narkoba yang dikukuhkan sebagai “Satgas Anti Narkoba Putat Jaya” oleh Lurah Putat Jaya. Rencana tindak lanjut dari pelatihan ini adalah melakukan penilaian wilayah dan komunitas terhadap permasalahan narkoba di Kelurahan Putat Jaya melaluiFocus Group Discussion (FGD). FGD ini menghasilkan stakeholder mapping dan hotspot mapping Putat Jaya. Menindaklanjuti hasil FGD dan untuk melanjutkan proses peningkatan kapasitas komunitas anti narkoba, PLATO Foundation bekerjasama dengan CADCA  telah menyelenggarakan pelatihan kedua “Komunitas Koalisi Anti Narkoba Kelurahan Putat Jaya” pada Kamis s/d Jumát, 7 & 8 September 2017 di Best Hotel Surabaya. Pelatihan dihadiri oleh 26 relawan yang mengorbankan waktunya untuk Putat Jaya bebas narkoba.

Acara dibuka oleh Ibu Ria Damayanti, S.H., M.M kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jawa Timur dengan pesan bahwa dalam mengatasi masalah narkoba, seluruh stakeholder dan masyarakat harus bekerja bersama. Setelah pembukaan, Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA KementrianSosial RI Bapak Drs. Waskito Budi Kusumo, M.Si menyampaikan materi tentang “Strategi Penanggulangan Bahaya Narkoba Berbasis Masyarakat”.

Memasuki acara inti, pembawa acara Adelia Perwita Sari  memperkenalkan Fasilitator Pelatihan Yaitu David E. Aguilar dan Abdel Wahab dengan interpreter Veronica dan Riris. David dan Abdel mengawali pelatihan dengan melakukan review materi di pelatihan pertama dan memberikan kesempatan kepada Bapak Marzukki sebagai ketua koalisi untuk mempresentasikan hasil penilaian wilayah dan komunitas yang telah dilakukan. Para Fasilitator mengajak peserta untuk memperdalam bekal bekal perencanaan sebuah program yaitu problem analysis dan logic model dengan cara yang mudah dipahami dan menarik.

Peserta diajak bermain “tap tap the ballon” dimana peserta harus menjaga balon untuk tetap mengudara dengan tangannya. Peserta hanya mampu menjaga sayu balon mengudara, jika dia berusaha menjaga lebih banyak balon maka sebagian balon pasti akan jatuh. Permainan ini mengisyaratkan bahwa sebuah program harus terfokus disalah satu masalah dan tujuan yang dilakukan secara terus menerus agar terjadi sebuah keberlanjutan. Jika kita ingin menyelesaikan masalah sekaligus maka banyak program akan terbengkalai seperti balon yang berjatuhan.

Dengan bekal perencanaan program yang baik diharapkan peserta dapat menyusun sebuah program yang tepat sasaran dan mempunya impact yang jelas bagi masyarakat Putat Jaya. Selain perencanaan program yang baik, David dan Abdel berusaha meningkatkan kapasitas peserta sebagai pemimpin dengan memberikan permainan zoom in dan membangun gedung dari spaghety dan marsmellow. Dalam permainan tersebut tersirat pentingnya komunikasi, kerja sama, strategi, sumber daya dan pemimpin untuk keberhasilan menuju tujuan yang diharapkan. Diharapkan dengan perencanaan program yang baik dan kemampuan sebagai pemimpin maka Putat Jaya Bebas Narkoba Tidak Hanya Sebatas Mimpi.

Di penghujung acara, Direktur PLATO Foundation Dita Amalia, S.Sos., M.Psi., mengajak semua pihak untuk bekerja bersama dengan memaksimalkan potensi yang sudah ada baik di pemerintahan maupun di masyarakat. Kelurahan Putat Jaya, BNNK Surabaya, BNNP Jawa Timur, Dinas Sosial Kota Surabaya, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak akan bersinergi bersama masyarakat menggapai Putat Jaya Bebas Narkoba.

 

 

Oleh

Anna Mahsusoh, S.KM