Pelatihan dan Pendidikan Adiksi Berbasis Masyarakat

Kasus penyalahgunaan NAPZA mengalami peningkatan di Jawa Timur dengan  mencapai angka 568.304 orang (Badan Narkotika Nasional Prov.Jawa Timur). Jumlah tersebut menjadikan Jawa Timur berada pada peringkat kedua kasus penyalahgunaan narkoba terbesar di Indonesia. Terdapat empat kabupaten/kota yang memiliki jumlah pengguna jarum suntik paling banyak, yakni Surabaya, Sidoarjo, Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Pengguna NAPZA suntik (IDU) telah mengalami perubahan trend, yang awalnya menyuntikkan heroin atau sering disebut dengan putaw, beralih ke methadone dan suboxon yang seharusnya sebagai subtitusi oral. Bahkan diketahui dari  hasil FGD pada IDU di Sidoarjo, mereka  juga mulai menggunakan shabu untuk  disuntikkan agar mendapatkan efek yang lebih cepat dan fenomena tersebut berkembang pada IDU  di wilayah Sidoarjo dan Surabaya.

Melihat fenomena tersebut PLATO yang bekerjasama dengan KPAN (Komisi Penanggulangan AIDS Nasional) mengadakan pelatihan dan pendidikan kepada pecandu IDU dan non IDU untuk meningkatkan kualitas hidup penyalahguna menjadi jauh lebih baik.

Pelatihan ini diadakan di center PLATO yang bertempat di jalan Tambang Boyo No 154 dengan diikuti 5 pecandu non IDU dan 6 pecandu IDU yang berasal dari kota Surabaya dan Sidoarjo. Pelatihan selama 2 hari diikuti dengan rasa antusisas oleh para peserta karena mereka memiliki harapan agar pulih dan tidak lagi ketergantungan dengan NAPZA.

Pelatihan ini juga mendatangkan narasumber dari dalam maupun luar PLATO salah satunya dari BNNK Surabaya yaitu Kepala sesi berantas Bapak Subagyono yang memberikan materi mengenai ‘NAPZA dalam perspektif UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan PP No 25 Tahun 2011 tentang Wajib Lapor”. Metode yang disampaikan tidak hanya dengan ceramah melainkan dengan diskusi, pemecahan kasus dan support group.

Output dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman peserta tentang narkoba, HIV&AIDS, penyakit adiksi dan metode pemulihan, meningkatnya kapasitas dan keterampilan peserta untuk berperilaku yang lebih aman dalam rangka mencegah penularan HIV, serta meningkatnya kesadaran peserta akan pentingnya pemulihan bagi diri mereka dan pecandu yang lain. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan membuahkan hasil yang optimal dalam upaya pencegahan pemakai NAPZA IDU dan Non IDU yang semakin meningkat di daerah Surabaya-Sidoarjo