Merajut Mimpi dari Pecandu Dalam Pemulihan

“Masa lalu adalah kepedihanku, namun tanpa masa lalu tidak ada masa depan. Dengan masa lalu membuat pembejalaran hidup untuk belajar dari kesalahan”

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kisah hidup remaja yang terjerat permasalahan narkoba, kekerasan, kriminal, kenakalan remaja serta isu-isu lain? Tidak ada masa depan? Masa depan suram? Sampah masyarakat?

Wahyu adalah salah satu anak Surabaya, yang lahir pada tanggal 28 Agustus 2000 menjalani hidup yang tak mudah sejak usia dini. Haknya sebagai anak untuk mendapat kasih sayang yang utuh hilang karena ayahnya suka berjudi dan mengkonsumsi minuman keras. Di usia yang ke 6, saat seorang anak masih lucu-lucunya di Taman Kanak-Kanak, Wahyu telah berusaha menyelesaikan masalah psikologisnya dengan salah arah. Ia meminum obat anti mabuk sebanyak 5 butir per hari yang berdampak memperpanjang durasi tidurnya.

Mempunyai ayah pemabuk membuat Wahyu sudah berani merokok dan meminum arak jowo di usia 10 tahun atau saat ia duduk di kelas 4. Menginjak usia 12 tahun ia mulai mencoba double L dan setahun kemudian ia telah berani mengkonsumsi amphetamine / Shabu. Alasan Wahyu menggunakan obat obatan tersebut adalah sebagai pelarian dari tekanan masalah keluarga. Tentu hal itu tidak menjadi alasan satu-satunya, pengaruh dari lingkungan dan teman sebaya untuk mengunakan obat-obat tersebut menambah keyakinannya untuk membenarkan perilakunya.

Wahyu yang sudah menikmati obat-obatan juga terlibat dengan perilaku buruk lainnya. Mencuri, melakukan hubungan seks, jarang pulang kerumah, berbohong tidak lepas dari kehidupannya. Ia juga mengamen di jalanan agar mendapatkan uang dan kemudian bisa beli Shabu. Wahyu sudah kecanduan dan tidak ada hari tanpa menggunakan obat-obatan.

Wahyu ingin merasakan hidup normal namun sudah terlanjur basah dan terjerat yang tak dapat diurai. Ia ingin berhenti menggunakan Shabu tapi tubuh dan otaknya tak mampu berhenti. Ia ingin menikmati masa remaja seperti anak-anak pada umunya namun serasa dunia tidak ada yang mendukungnya. Lingkungan, keluarga, teman, bahkan batu dan air seolah menghimpit ia semakin dalam terjerembab ke dalam kasus penyalahgunaan Narkoba

Suatu hari temannya tertangkap polisi karena mengedarkan Narkoba, ia ketakutan namun tidak menemukan solusi. Akhirnya Wahyu mengasingkan dirinya di Madura dengan tujuan menghindari polisi. Harap-harap cemas ia lalui setiap waktu sampai Tuhan mempunyai kehendak lain. Seorang teman yang juga pecandu memberitahu Wahyu tentang adanya layanan rehabilitasi di PLATO. Wahyu yang sudah ada rasa dan keingginan yang kuat untuk pulih dari pamakaian Narkoba memutuskan untuk mengikuti program rehabilitasi rawat inap dan pasca rehabilitasi di Yayasan PLATO selama 6 bulan.  Keputusan ini, menjadi titik awal perubahan hidup wahyu.

Penyakit Adiksi menyerang 4 hal yaitu fisik, mental, emosional dan spiritual. Jadi bukan hal yang aneh ketika seorang pecandu aktif mempunyai banyak masalah seperti tidak mempunyai rasa hormat ke orang tua, komunikasi kasar dan belepotan, tidak bisa bangun pagi, tidak mampu bertanggung jawab. Tidak percaya diri dan tidak mendapatkan kepercayaan dari lingkungan sosialnya. Setelah mengikuti Rehabilitasi selama 6 bulan Wahyu telah mengalami banyak perubahan. Ia mampu bangun pagi, menjalankan tugas-tugas rumahnya dengan tanggung jawab, berkomunikasi dengan runtut dan teratur serta mulai mendapatkan kepercayaan diri kembali. Sekarang Wahyu merasakan lebih bisa hormat kepada orang tua dan terus mengembangkan pola fikir ke arah yang positif.

Setelah selesai menjalani program baik rehabilitasi yang berusaha memangkas isu-isu negatif yang ada, Wahyu melanjutkan program pasca rehabilitasi. Di Pasca Rehabilitasi Ia belajar  sebagai  Survivordengan melatih kemampuannya bertahan hidup dengan tidak mengonsumsi NAPZA.  Selesai program Wahyu  bergabung dengan PLATO Preneurship yaitu belajar menjadi pengelola angkringan.  PLATO Preneurship merupakan treatment kerja di bawah PLATO. Kini Wahyu belajar untuk management uang, menumbuhkan kesabaran, menjadi lebih sopan dalam melayani pelanggan dan mencari uang dengan cara yang halal.

Wahyu mulai menata bata demi bata untuk hidup barunya. Recovery is long jurney (pemulihan membutuhkan waktu yang panjang) dan dia menyadari bahwa pemulihanya akan dijalankan seumur hidup.Kini Wahyu mempunyai Tujuan dalam hidupnya. Salah satu impian wahyu adalah melanjutkan sekolah ke tingkat SMA sedarajat, setelah lulus sekolah yang dia inginkan adalah bekerja dengan tujuan membantu orangtua, dan yang paling penting menurut penuturan dari tujuan hidup wahyu adalah clean and sober.

Mari bergandengan tangan untuk membantu mimpi-mimpi mereka yang pernah salah arah dalam hidupnya, ikut membantu memberikan dukungan positif agar mempunyai masa depan yang cerah.

Wahyu berkata : kemarin adalah kenangan, hari ini adalah pemulihan dan esok adalah impian.

 

by :

Moch. Choliq Al Muchlis

Edited by : Anna Mahsusoh