Pelatihan Kader Pencegahan dan Penanggulangan NAPZA Berbasis masyarakat

PLATO telah banyak menemukan kasus narkoba dan seksualitas pada sasaran program yang telah dijangkau. Dari hasil asesmen yang dilakukan oleh PLATO, permasalahan narkoba menjadi salah satu pemicu timbulnya kompleksitas permasalahan yang terjadi ditengah masyarakat. Komprehensif dan keberlanjutan program sangat diperlukan dalam merespon isu strategis yang telah berkembang ditengah masyarakat. Hingga saat ini PLATO telah mengembangkan program yang komprehensif meliputi: program pencegahan, rehabilitasi, aftercare dan penguatan pengorganisasian masyarakat  dalam rangka membangun lingkungan yang kondusif. Jejaring, sinergitas dan kerjasama yang kuat akan sangat berpengaruh terhadap tercapainya sebuah program yang berkesinambungan dan berkelanjutan.

tokoh masyarakat dan atau kader masyarakat memiliki peran yang   strategis dan sangat penting untuk mendukung pemulihan warga yang bermasalah dengan Narkoba di masyarakat. PLATO telah mengadakan Pelatihan Kader Pencegahan dan Penanggulangan NAPZA Berbasis masyarakat pada hari selasa s/d rabu tanggal 08 s/d 09 Agustus 2017. Tujuan spesifik kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas  dan skill peserta dalam program pencegahan dan penanggulangan permasalahan NAPZA di masyarakat. Peserta adalah   perwakilan masyarakat dari kelurahan dan kecamatan  yang dianggap mampu menjadi kader masyarakat. Jumlah Peserta adalah 9 kader masyarakat dari 15 undangan. Kehadiran 9 peserta merupakan kode bahwa pelibatan masyarakat perlu digencarkan lebih giat lagi.

Pada hari pertama peserta mendapatkan materi tentang “Pemetaan Permasayalahan NAPZA di Masyarakat” dimana fasilitator mengajak peserta untuk belajar menganalisa permasalahan NAPZA mulai dari penyebab hingga dampak dari pengunaannya.Kemudian di materi kedua peserta diajak untuk membahas materi tentang All about NAPZA”, fasilitator menjelaskan tentang NAPZA beserta tata cara mendeteksi dini kepada warga masyarakat yang ditengarai mengunakan atau menyalahgunaan obat tersebut. Kegiatan dilanjutkan denganpeserta melakukan mapping kondisi lingkungan mereka yang disinyalir adanya permasalahan narkoba.

Sebagai calon kader masyarakat di bidang adiksi, peserta perlu mengetahui tentang Psikologi Adiksi dan Penangannan Penyalahguna NAPZA”. Peserta diajak untuk lebih mengenal seorang yang kecanduan  NAPZA serta memahami kebutuhan mereka untuk mengikuti rehabilitasi. Kader masyarakat dituntut untuk mampu memahami Manajemen Kasus NAPZA di Masyarakat. Mengacu pada PP Wajib Lapor Tahun 2011, fasilitator menjelaskan kepada peserta terkait tata cara merujuk klien hingga sampai ke tempat rehabilitasi.

Hari kedua pelaksanaan pelatihan materi yang di sampaikan fokus kepada peran serta masyarakat untuk turut serta membantu mewujudkan Indonesia bebas NAPZA. Fasilitator mengenalkan Asesmen Dasar pada Pengguna NAPZA dan Membangun Sistem Pencegahan dan Pemberantasan Penyelahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Masyarakat.Peserta mulai menyadaribahwa upaya untuk menangulangi permasalahan NAPZA membutuhkan peran serta mereka.

Output dari pelatihan ini adalah adanya Plan Of Action  dari peserta. Peserta menyusun rencana kegiatan yang akan di laksanakan setelah mengikuti pelatihan ini. Konselor  PLATOdengan senang hati akan mendampingi dalam pelaksanaan kegiatan di masyarakat. Kader masyarakat dapat mengupayakan program pencegahan di lingkungannya dan melakukan rujukan ketika menemui permasalahan pengunaan atau penyalahgunaan NAPZA.  Dengan adanya rujukan, korban penyalahguna NAPZA mendapatkan haknya untuk didukung pulih dan berani mengakses layanan rehabilitasi.

 

Indoneisa bebas  NAPZA bukan hanya mimpi!!!

 

by : Moch. Choliq Al Muchlis

Edited by : Anna Mahsusoh