Fun Education Bersama Anak Anak Istimewa

Berbagai masalah sosial dan kesehatan yang mengancam kualitas hidup anak, salah satunya adalah isu HIV&AIDS pada anak.Pada 2013,terdapat 35 juta orang yang terinfeksi HIV&AIDS di seluruh dunia, 3,2 juta diantaranya adalah anak. Di Jawa Timur Jumlah Anak Dengan HIV & AIDS (ADHA) mencapai 615 anak pada Juni 2016.  Jumlah mereka memang kecil jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan rakyat Indonesia, tetapi anak tetaplah bagian dari masa depan Indonesia.

ADHA adalah anak-anak istimewa yang terlahir tanpa dosa, yang sedikit banyak menerima diskriminasi yang tak seharusnya. Tantangan yang dihadapi oleh ADHA diantaranya  menyebabkan mereka kesulitan memperoleh pendidikan yang layak dan hal ini sangat berdampak pada aspek kehidupan mereka yang lebih luas. ADHA perlu mendapatkan perhatian lebih untuk mendapatkan hak sebagaimana mestinya usia anak-anak. PLATO Foundation, Viva Education Drugs and HIV & AIDS (VEDHA) dan Van Deventer-Maas Stichting (VDMS) dengan dukungan dari Mahasiswa Baru Angkatan 2015 Psikologi Universitas Airlangga telah melaksanakan kegiatan  Fun Education Bersama Anak-Anak Istimewa dengan tagline Family Peduli Anak dan HIV & AIDS. Secara garis besar kegiatan ini adalah belajar dan bermain bersama, berbagi kebahagiaan dan rejeki dengan para peserta yang istimewa.

 

(senangnya bermain sambil belajar)

(Kakak Fasilitator dengan sabar memandu permainan)

Fun Education Bersama Anak-Anak Istimewa ini dilaksanakan pada Jumát, 24 Februari 2017 di Rumah Damping OKE PLATO Jl. Tambang Boyo No 154. Peserta kegiatan adalah 16 ADHA usia 3 tahun sampai 10 tahun yang didampingi oleh orang tua atau pengasuh ADHA.  Kegiatan dibuka dengan perkenalan dari tim fasilitator dan peserta. Setelah pembukaan anak-anak dan orang tua dipisahkan dengan ruang berbeda. Anak-anak dibagi menjadi 2 kategori umur. Umur kecil bermain ular tangga edukatif berjudul “Pembelajaran Budi Pekerti” untuk menanamkan budi pekerti pada anak sejak dini. Kelompok umur kedua bermain ular tangga edukatif dengan judul “Aku Anak Berani” untuk memberikan informasi tentang pentingnya perlindungan diri dari bulliying, kejahatan seksual dan kekerasan pada anak dengan cara yang menyenangkan. Orang tua mengasah pengetahuan tentang HIV & AIDS dengan lomba cerdas cermat dan sharing pengetauan agar semakin mahir dalam mengasuh ADHA.  

 

Setalah anak-anak bermain dan belajar dengan ular tangga edukatif, anak-anak kembali bersama orang tua untuk Lomba Kolase. Orang tua menggambar bebas dan menyiapkan potongan kertas warna sementara anak mewarnai gambar dengan menempel potongan kertas warna ke gambar.  Tujuan dari lomba Kolase adalah melatih kerja sama antara orang tua dan anak. Selain itu lomba kolase mengajarkan orang tua untuk mempelajari hak –hak anak untuk berekspresi sesuai dalam usianya.

(Kerja sama ibu dan anak dalam lomba kolase)

Setelah Lomba Kolase selesai, para peserta berkumpul kembali di ruangan utama. Panitia memfasilitasi diskusi terkait apa saja insight kegiatan hari ini dan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba. Lomba Ular Tangga ada 4 juara yaitu 4 anak yang mencapai kotak ke 100 terlebih dulu, Lomba Cerdas Cermat diambil 2 juara dan Lomba Kolase ada 3 juara.

(Pembagian Hadiah)

(Foto Bersama Fasilitator)

Anak-anak menikmati permainan dan kebersamaan tanpa diskriminasi di acara ini. Senyumnya tersungging di setiap sudut waktu. Kita semua berharap masyarakat bisa ramah terhadap ADHA dan stop melakukan diskriminasi agar senyum mereka bisa selalu tersungging di bibir kecilnya. Mari menyatukan hati dan bertekad untuk menjady bagian dari Family peduli Anak dan HIV & AIDS.

 

by Anna Mahsusoh