PENYESALAN YANG MEMBUAHKAN NIATAN BAIK

Pecandu!!! Setiap orang mendengarkan kata ini pasti didalam benak dan hatinya akan berkecamuk fikiran negatif. Tidak ada yang bisa menyangkalnya, itu adalah kata yang bisa membuat orang menjauhi seorang pecandu itu sendiri. Terkadang seorang yang jelas-jelas dia pemakai NAPZA tidak sanggup menyebut dirinya sebagai “pecandu”.

 Saat penerimaan awal klien di PLATO Foundation, mereka/klien kebanyakan menyangkal bahwa dirinya adalah seorang pecandu. Setelah beberapa hari, mwngikuti sesi demi sedi yang ada barulah mereka mulai menyadari tentang ketergantungan mereka terhadap NAPZA yang mereka konsumsi hampir setiap minggu bahkan setiap hari. Hal itu dirasakan oleh salah satu klien pusat pemberdayaan rehabilitasi bagi perempuan PLATO Foundation, sebut saja Sri (Bukan nama sebenarnya).

Sri terdampar masuk ke PLATO Foundation dikarenakan hasil referral dari BNNK Surabaya. Awal masuk, Sri menunjukkan sikap acuh tak acuh terhadap konselor yang menangananinya. Masih banyak kerahasiaan yang dia tutupi, mulai dari frekuensi pemakaian dan urusan pribadinya.

                Kemauannya dalam mengikuti sesi atau seminar yang diadakan dalam center adalah bukti bahwa klien memiliki semangat yang luar biasa dalam menjalani proses pemulihannya. Setelah mengikuti program rehabilitasi klien menunjukkan banyak perubahan. Klien lebih perhatian terhadap teman sesama pecandu, lebih terbuka dan mampu mengelaborate semua kata yang berada di wallking paper ke dalam semua urusan keseharian para pecandu.

                Klien mengakui bahwa dulunya memiliki keluarga yang harus berpisah karena ketidakcocokan satu sama lain, dari suamilah dia memulai mengenal dan mengkonsumsi  NAPZA jenis shabu. Klien yang dulunya pernah bekerja dibidang marketing ini memiliki sejuta harap dan mimpi, dia akan berusaha menjadi ibu dan anak yang baik bagi anak dan orang tuanya, mimpi bisa bekerja kembali dan menjadi supervisor yang handal dan jujur disetiap perilakunya. Bertahan tetap bersih dan menjaga pemulihannya adalah harapan terbesarnya, karena klien tidak ingin membuat rasa kecewa yang dirasakan oleh kedua orang tuanya terulang kembali.

 

By : Dewi Masyithoh, S.Kep.,Ns. (Koordinator Women Center)