Isna, Pejuang Pemulihan Adiksi Narkoba Merajut Mimpinya Kembali

Isna gadis desa dari Jawa Timur pernah menjadi korban penyalahguna narkoba. Masa dimana Isna melupakan keluarga, sekolah dan lingkungannya, Ia hanya berpusat pada narkoba dan narkoba. Kuasa Tuhan yang memberikan cahaya dalam hati dan pikirannya sehingga Ia mampu menyadari bahwa narkoba membawa pengaruh buruk padanya dan harus segera ditinggalkan. Keputusan besar dengan tekad yang kuat Isna memulai langkah pemulihannya, pelan tapi pasti ia berusaha menjadi Pejuang Pemulihan Adiksi Narkoba.

Suatu hari Isna diajak oleh tetangga yang bekerja di BNNK untuk mengikuti kegiatan rutin BNN. Bersama dengan teman-teman lain yang juga ingin pulih dari narkoba membuat Isna berani untuk terbuka dan mulai rajin mengikuti kegiatan yang dilakukan di BNNK. Melihat kesungguhan Isna untuk pulih dan kembali berdaya, salah satu staf BNN memberikan tawaran kepada Isna untuk mengikuti On The Job Training (OJT) di PLATO Foundation. Isna melihat ini sebagai kesempatan, tetapi juga bimbang karena di luar kotanya, jauh dari keluarganya.

Isna akhirnya menerima tawaran untuk mengikuti OJT di PLATO Foundation Surabaya. Saat awal kedatangan Isna lebih banyak diam dan kurang berinteraksi. Isna menyadari bahwa dia membutuhkan program rehabilitasi adiksi karena walaupun sudah lepas dari narkoba namun selama ini Isna belum memahami benar “apa itu adiksi narkoba”. Dengan pertimbangan tersebut Isna mengikuti program rehabilitasi adiksi bagi perempuan di PLATO Foundation. Isna mengikuti dengan sungguh-sungguh kegiatan rehabilitasi selama 3 bulan dan dilanjutkan dengan 50 hari mengikuti program pascarehabilitasi BNNP Jawa Timur. Isna mulai mengalami perubahan perilaku menjadi lebih baik. Hal yang paling terlihat adalah dari yang dulunya wajahnya selalu serius kini mulai tersungging senyuman, dulu yang sangat tertutup menjadi sedikit terbuka, dulu yang tidak berani menyapa orang sekarang berani untuk menjadi yang pertama membuka pembicaraan.

Untuk menjaga pemulihan, Isna memutuskan untuk tetap berada di lingkungan PLATO.Ia menjadi Peer Educator di Pusat Pemberdayaan dan Rehabilitasi Bagi Perempuan di PLATO Foundation. Isna belajar mengisi sesi adiksi di depan klien sebagai bentuk latihan public speaking dan selain itu Isna juga menularkan kemampuan handycraf yang ia miliki kepada klien di sesi kreatif.

PLATO Foundation melakukan usaha pemberdayaan Recovering Addict dengan mendirikan Divisi Kewirausahaan yang disebut “PLATO Preneurship”. PLATO Preneurship memberikan kesempatan kepada para recovering addict untuk belajar dan mengasah kemampuannya dalam bidang wirausaha. Isna memiliki keterlitian dan kerajinan yang tinggi dan mempunyai minat di kewirausahaan sehingga Isna bergabung dengan PLATO Preneurship. Isna mengambil spesialisasi menjalankan  angkringan dan koperasi PLATO Preneurship.

Semakin hari Isna mulai percaya diri dan mandiri secara ekonomi membuat dia berani untuk merajut mimpinya kembali. Dengan dorongan konselor dan keinginan yang kuat dari diri Isna, ia mencoba meneruskan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Seleksi nasional ia ikuti dengan penuh harap dan doa, tetapi ternyata belum mendapatkan kesempatan. Tidak menyerah disana, Isna mendaftarkan diri ke Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya. Isna mengambil jurusan seni murni. Isna mengambil jurusan tersebut karena tertarik dengan seni rupa dan mempunyai cita-cita besar untuk meningkatkan potensi daerahnya yang kaya akan batu kapur untuk membuat kerajinan bernilai tinggi dan sebuah galeri seni. Kini Isna fokus menyelesaikan kuliahnya dan bekerja paruh waktu di PLATO Preneurship. Semoga bumi dan seisinya membantu niat Isna untuk menjaga pemulihan dan merajut mimpi-mimpinya kembali.

Pecandu berhak pulih dan berdaya kembali !!!!

 

By : Agtia Prahastiwi, S.E.I (Kadiv PLATO Preneurship)

Edited by : Anna Ceria