Psikoedukasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV&AIDS di Tempat Kerja PT SMELTING Gresik 2016

Kasus HIV terus meningkat, berdasarkan umur, kontribusi terbesar pada usia produktif di usia 24-49 tahun. ILO mencatat lebih dari 30 juta orang yang terinfeksi HIV berada pada usia kerja. Penularan HIV bisa terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, air susu ibu yang terinfeksi HIV, dan donor darah. Fakta tersebut menggambarkan bahwa HIV& merupakan isu dunia kerja karena memiliki dampak sosial ekonomi yang sangat besar.

Tempat kerja mempunyai peran vital dalam menanggulangi penyebaran dan efek dari pandemi HIV&AIDS. Tempat kerja dapat memfasilitasi semua pekerja dalam mengakses edukasi, pengobatan, perawatan, kepedulian dan dukungan. Diharapkan dengan semakin banyaknya perusahaan di Indonesia yang peduli terhadap HIV&AIDS dan isu terkait akan semakin besar upaya bersama yang dapat dilakukan untuk penanganan epidemi HIV&AIDS khususnya di tempat kerja, dan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Oleh karena itu, PLATO Foundation sebagai lembaga yang bergerak di issue HIV & AIDS, mempunyai Layanan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV & AIDS di tempat kerja. Salah satu programnya adalah melakukan psikoedukasi selama 4 jam kepada karyawan.

PT SMELTING sebagai salah satu perusahaan besar di Gresik telah mempunyai inisiatif melakukan pencegahan penularan HIV & AID. PT SMELTING bekerja sama dengan PLATO Foundation telah berhasil melaksanakan Kegiatan Psikoedukasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV&AIDS di tempat kerja pada  Kamis, 22 Desember 2016 di Aula PT SMELTING. Peserta adalah karyawan dan stakeholder PT SMELTING yang berjumlah 71 orang.

Kegiatan psikoedukasi diawali dengan pembukaan oleh pemandu acara dari PLATO Foundation, yaitu Ahmad Anshori. Pemandu acara membuka acara dengan doa bersama demi kelancaran seluruh rangkaian acara. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan PT SMELTING, yaitu Ir.M.Arief Ridho, yang menjelaskan tujuan dari terselenggaranya kegiatan ini serta berharap kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti kegiatan ini hingga tuntas sehingga dapat diperoleh pemahaman yang utuh tentang HIV&AIDS dan informasi ini dapat diteruskan kepada para pekerja yang lain.

Acara dilanjutkan dengan pre test kepada seluruh peserta untuk mengetahui sejauhmana kemampuan dasar dan sikap para peserta terkait HIV & AIDS sebelum informasi HIV&AIDS disampaikan melalui psikoedukasi.

Sebelum memasuki sesi inti, pemandu acara memberikan ice breaking untuk mencairkan suasana dan membuat peserta siap menerima sesi. Fasilitator psikoedukasi pencegahan dan penanggulangan HIV & AIDS di tempat kerja PT Smelting adalah Dita Amalia, S.Sos., M.Psi. Sesi pertama memuat materi dasar HIV&AIDS. Fasilitator mengawali sesi dengan memberikan fenomena dan fakta terkini tentang trend penularan HIV yang terjadi saat ini. Kemudian fasilitator membagikan beberapa metaplan kosakata yang berhubungan dengan HIV&AIDS secara acak. Masing-masing peserta yang membawa metaplan  saling mencari jawaban dari metaplan peserta lain yang cocok. Metaplan itu membahas tentang apa itu HIV&AIDS, media penularan HIV dan perilaku yang menularkan dan tidak menularkan HIV. Setelah peserta mendapatkan pasangan kosakata tersebut, mereka melakukan presentasi dan menyampaikan penjelasan tentang kosakata yang dibawanya. Kemudian fasilitator meluruskan dan menyimpulkan dari seluruh pembahasan yang disampaikan oleh peserta. Setelah menyampaikan informasi terkait HIV&AIDS, fasilitator mencoba mendongkrak stigma peserta terhadap Orang Dengan HIV&AIDS (ODHA). Diakhir sesi ini, fasilitator menyimpulkan bahwa siapa saja bisa tertular HIV dengan syarat penularan yang berlaku dan semua bisa cegah dengan perilaku yang sehat.

Sesi kedua adalah testimoni dari ODHA yang menerima penghargaan sebagai ODHA produktif di Surabaya pada 2015 yaitu Yudha Novianto. Yudha dalam sesinya berbagi pengalaman mengenai perjalanan hidupnya hingga dia bisa tertular HIV. Selain itu,  dia juga memberikan penekanan bahwa siapa saja yang menderita HIV masih bisa hidup panjang dan tetap maksimal dalam bekerja selama menerapkan pola hidup sehat. Harapan diakhir sesinya, agar tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, dukungan terhadap ODHA sangat dibutuhkan Harapan diakhir sesinya, agar tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, dukungan secara komprehensif  dan tulus sangat dibutuhkan oleh mereka.

Sesi ketiga kembali dengan fasilitator yaitu Dita Amalia. Sesi kali ini membahas tentang Manajemen Kasus HIV di tempat kerja. Setelah sekilas menerangkan tentang manajemen kasus, peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Peserta berdiskusi dan bekerja kelompok untuk membahas isu sebagai berikut:

  1. Situasi dan kondisi yang memungkinkan terjadi penularan HIV & AIDS di tempat kerja.
  2. Pencegahan  penularan HIV yang perlu dilakukan di tempat kerja
  3. Media yang efektif di tempat kerja
  4. Penanganan ODHA di tempat kerja

Setelah selesai berdiskusi sekitar 15 menit, perwakilan kelompok melakukan presentasi dan dibahas dengan seluruh peserta. Seluruh peserta sangat antusias mengikuti sesi ini.

Kegiatan dilanjutkan dengan membuat rencana tindak lanjut mandiri sebagai bagian dari komitmen pribadi terhadap upaya pencegahan penularan HIV pada diri sendiri dan teman dalam satu tempat kerja. Fasilitator mengakhiri sesi dengan memberikan kesimpulan terhadap seluruh hasil presentasi para peserta. Pada penghujung akhir acara, dilakukan  pengisian  post test oleh peserta dan pemutaran proshow yang menggambarkan keseluruhan proses berlangsungnya kegiatan psikoedukasi, sebuah persembahan dari PLATO Foundation.

Semoga dengan psikoedukasi yang telah terlaksana, dapat terbentuk snowball informasi mengenai HIV & AIDS dan bagaimana cara mencegahnya sehingga karyawan di tempat kerja bebas penularan HIV & AIDS.