Family Suport Group bagi klien Rehabilitasi Adiksi Narkoba Anak & Remaja

Ketika seseorang mengalami Gangguan Penyalahgunaan Zat Narkoba, maka yang mengalami masalah karena narkoba dalam hidupnya bukan hanya orang tersebut. Keluarga yang bersangkutan secara tidak langsung merasakan dampaknya, seperti  gangguan ekonomi, gangguan kepercayaan, gangguan rasa aman dan lain lain. Ketika penyalahguna narkoba sedang menjalani masa rehabilitasi, masalah yang ditimbulkan di keluarga tidak serta merta teratasi. Reaksi keluarga saat penyalahguna di dalam rehabilitasi juga beraneka ragam ; Ada sebagian keluarga yang 100 % menyalahkan si penyalahguna, ada keluarga yang tetap membela mati matian penyalahguna, ada keluarga yang sesudah anaknya masuk rehabilitasi kemudian tidak mau tau perkembangannya, ada keluarga yang saat rehabilitasi malah mengganggu dengan memberikan perhatian yang kurang tepat. Dalam rangka menjadikan pihak keluarga sebagai partner yang baik bagi pemulihan adiksi peyalahguna maka PLATO Foundation mengadakan kegiatan Family Support Group.

Kegiatan Family Suport Group (FSG) kali ini dilaksanakan pada hari senin tanggal 12 September 2016 yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1437 H. Pada hari yang sangkral bagi kaum muslim ini dimanfaatkan untuk mempertemukan keluarga klien dengan klien untuk merasakan kebersamaan dan menjalin komunikasi serta membangun hubungan yang berkualitas. Kegiatan ini dilaksanakan di Pusat Pemberdayaan dan Pemulihan Adiksi bagi Anak dan Remaja Jl. Wonorejo Indah Timur V Kavling 52 dengan mengundang seluruh keluarga klien yang di dampingi oleh Yayasan PLATO.

Kegiatan FSG di mulai dengan sambutan dari koordinator center yang mengucapkan terimakasih atas kedatangan 21 keluarga klien dari Surabaya dan sekitarnya.  Pengantar kegiatan menekankan pada kutipan  pernyataan Presiden RI yang menyatakan bahwa Indonesia Darurat Narkoba pada tahun 2015 sehingga seluruh element masyarakat juga mempunyai andil dalam pelaksanaan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) dan karena itu pihak keluarga juga mempunyai peran penting dalam memberikan dukungan pemulihan bagi klien. Selain itu coordinator center juga menyampaiakan baik keberhasilan maupun kedala dalam menjalankan program rehabilitasi adiksi bag anak dan remaja.

Kegiatan dilanjutkan dengan memberikan gambaran kegiatan dan perubahaan klien selama mengikuti rehabilitasi. Setelah itu, konselor melanjutkan dengan memberikan kesempatan kepada klien untuk menyampaikan apa yang sesungguhnya mereka harapkan dari keluarga untuk mendukung pemulihan mereka. Konselor juga memberi kesempatan kepada perwakilan keluarga klien untuk share feeling mengenai apa yang dihadapi dan dirasakan ketika ada salah satu anggota keluarganya yang terjerat narkoba. Konselor mencoba memfasilitasi agar tercipta komunikasi yang lancar dan terbuka antara klien dengan anggota kelurganya sehingga dapat tercipta hubungan yang berkualitas diantara mereka.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjadikan keluarga sebagai partner pemulihan klien tetapi juga dalam rangka mengurangi dampak yang terjadi pada keluarga agar keluarga tetap mampu menghadapi kenyataan yang ada. Adapun hasil dari kegiatan family suport group adalah sebagai berikut :

  1. Adanya dukungan dari keluarga untuk mengadakan family suport group selama satu bulan sekali, dan kegiatan tidak hanya dilakukan di Yayasan PLATO melainkan juga bisa dilakukan di rumah keluarga secara bergantian disetiap bulannya.
  2. Keluarga menemukan sebuah wadah yang bisa membantu mereka dalam berbagi masalah terkait adiksi serta dampak dari adiksi seperti ekonomi dan psikis, sehingga antar keluarga merasa bisa saling berbagi dan saling menguatkan satu dengan yang lain.
  3. Adanya permintaan dari pihak keluarga bahwa ketika klien sudah selesai menjalai program rehabilitasi baik rawat inap maupun rawat jalan bisa melaksanakan kegiatan support group seperti : konseling kelompok dan NA Meeting, dengan tujuan untuk menguatkan pemulihan bagi klien yang sudah selesai program. Hal itu di sambut baik oleh klien karena sebagaimana rencana klien setelah selesai program juga akan tetap melaksanakan support secara mandiri yaitu NA Meeting.
  4. Adanya kesadaran pada klien dan keluarga bahwa permasalahan adiksi menjadi permasalahan bersama seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu ada upaya baik dari pihak klien maupun keluarga untuk menyebarkan informasi tentang program rehabilitasi kepada orang-orang yang masih aktif dalam permasalahan narkoba di lingkungsn wilayah mereka.

 

Semoga dengan adanya urun angan dan urun tangan dari pihak keluarga, proses rehabilitasi narkoba di Pusat Pemberdayaan dan Pemulihan Adiksi Narkoba bagi Anak & Remaja dapat lebih berkualitas dan koprehensif. Stop stigma ke penyalahguna Narkoba, yakin mereka bisa berubah dan mampu berdaya sera bermanfaat bagi masyarakat.

 

by : 

Choliq Al Muchlis, S.HI

Anna Mahsusoh, S.KM