Women Center PLATO Foundation sebagai Informan Penelitian HIV

Peningkatan respon terhadap prevalensi HIV di Indonesia mulai berkembang pesat sejak tahun 2003. Data dari Kementerian Kesehatan (Kemkes) tahun 2016 menunjukan bahwa terdapat 1,932 lokasi yang tersedia untuk melakukan tes HIV, 540 tempat layanan perawatan dan pengobatan terkait HIV, 92 layanan terapi metadon, 156 layanan PPIA. Terhitung sejak Maret 2016, sekitar 65.000 orang telah mendapatkan terapi ARV, 27 kali lipat lebih banyak dari jumlah ODHA yang mengakes ARV pada tahun 2005 sebesar 2381 orang (Kemkes, 2016). Namun, jumlah infeksi HIV baru masih terbebani degan kurangnya jumlah tes HIV dan pemberitahuan status ODHA kepada pasangan intim mereka.

Sayangnya, intervensi penanggulangan HIV bagi pasangan intip masih terbatas di Indonesia. Terlepas dari data laporan triwulan Kemkes menunjukan 47% dari jumlah kasus HIV dikontribusikan dari pasangan heteroseksual, saat ini intervensi masih berfokus pada populasi kunci. Padahal, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pisani dan rekan (2004) menemukan hubungan antara populasi berisiko tinggi dan rendah bila di suatu daerah yang memiliki prevalensi HIV terfokus pada populasi kunci yang memiliki beberapa pasangan intim, maka jumlah kasus HIV baru akan meluas pada populasi yang berisiko rendah. Terlebih di Indonesia yang terdapat praktik poligami, penikahan dini, dan kawin kontrak, dapat meningkatkan kemungkinan perempuan untuk terinfeksi HIV dari pasangannya (Jacubowski, 2008). Dengan adanya peningkatan jumlah perempuan hamil yang terdiagnosis HIV dan terdaftar dalam program PPIA, menunjukan adanya pergeseran transmisi HIV yang mulai mengarah ke populasi berisiko rendah, seperti pasangan intim yang terdapat pada populasi umum.

Situasi tersebut merefleksikan adanya kebutuhan untuk memperluas cakupan intervensi HIV kepada pasangan intim dari populasi kunci. Untuk merespon situasi tersebut, Pusat Penelitian HIV AIDS Atma Jaya, bekerja sama dengan Kemkes, KPAN dan UNFPA akan membuat intervensi pencegahan HIV pada pasangan intim heteroseksual populasi kunci di Indonesia. Sebagai langkah awal, kegiatan awal adalah melakukan kajian lapangan berkaitan dengan situasi respon HIV yang melibatkan pasangan intim populasi kunci di lima kota terpilih, yaitu Jakarta Barat, Surabaya, Bandung, Makassar dan Denpasar.

Women Center PLATO menjadi informan dalam kegiatan penelitian ini. Fasilitator dari PPH Atma Jaya memimpin Focus Group Discussion yang diikuti oleh family women center pada hari Rabu, 9 November 2016. Semoga dengan kegiatan ini,  dapat dilakukan pemodelan yang tepat untuk penjangkauan pasangan intim populasi kunci sebagai pencegahan penularan HIV & AIDS