PLATO Sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor Khusus Anak, Remaja dan Perempuan

Peredaran gelap narkoba, penyalahgunaan hingga pada masalah ketergantungan narkoba menjadi isu kritis dihampir semua lapisan masyarakat. Faktanya penyalahgunaan narkoba tidak hanya terjadi  dikalangan orang dewasa, akan tetapi sudah  merasuki dunia anak, remaja dan perempuan.  Kondisi tersebut telah mengancam kehidupan mereka sebagai aset dan masa depan bangsa.

PLATO Foundation ikut berperan serta dalam merespon permasalahan kesehatan dan sosial yang telah berkembang ditengah masyarakat, termasuk masalah penyalahgunaan dan ketergantungan narkoba. Upaya tersebut sejalan dengan visi yang dibangun oleh PLATO, yaitu terwujudnya masyarakat yang berdaya, mandiri dan memiliki kualitas hidup yang mampu mendorong terpenuhinya hak mereka secara optimal. Dalam mewujudkan visinya, PLATO telah menjalankan misinya melalui berbagai upaya, yaitu:

1) Membantu pemerintah dalam penguatan program pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat terutama pada kelompok masyarakat marginal, termasuk pecandu narkoba;

2)Meningkatkan aspek kognitif dan mengembangkan keterampilan kecakapan hidup bagi masyarakat untuk membangun mental/karakter yang positif dan perilaku yang sehat;

3) Menyediakan layanan yang komprehensif untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan persoalan kesehatan dan psiko-sosial melalui kerjasama dengan berbagai pihak.

 

Di tahun 2016, PLATO Foundation resmi ditunjuk Kemensos sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor dengan Dasar Hukum SK Kepmensos RI No 202 /HUK/2016. Dalam pelaksanaan program rehabilitasi, PLATO mengemas layanan khusus bagi anak, remaja dan perempuan dengan menyediakan tempat rehabilitasi bagi anak dan remaja laki-laki, serta satu tempat rehabilitasi bagi perempuan. Penerapan program rehabilitasi didasarkan dengan metode pembelajaran quantum learning dan menggunakan pendekatan Multi-Disciplinary Model – sebuah program yang menawarkan pendekatan yang lebih menyeluruh dengan menggunakan berbagai komponen termasuk pengintegrasian hubungan antara klien, keluarga, layanan kesehatan dan sosial, serta masyarakat. Pendekatan ini didasari oleh kebutuhan klien melalui penguatan asesmen sehingga didapatkan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan klien. Tentu saja penanganan dan pendekatan bagi remaja tidaklah sama dengan orang dewasa. Membutuhkan sebuah penanganan khusus yang juga memperhatikan aspek psikologi dan tumbuh kembang remaja. Menurut kesepakatan Convention on the Rights of the Child (CRC) yang juga disepakati Indonesia pada tahun 1989, setiap anak berhak mendapatkan informasi kesehatan reproduksi (termasuk HIV&AIDS dan narkoba) dan mendapatkan perlindungan secara utuh.

Program layanan yang telah disediakan oleh PLATO secara keseluruhan meliputi: Layanan informasi dan edukasi tentang narkoba dan isu terkait, Life skill training, Social&character building outbond, Psikologi klinis dan pendidikan, Rehabilitasi adiksi narkoba, Aftercare, Pendampingan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), dan Penguatan kader dan organisasi masyarakat melalui CBO (Community Based Organization).

Kehadiran program Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) oleh Kementerian Sosial (Kemensos) merupakan upaya yang efektif  dalam mendorong para korban penyalahguna dan atau pecandu narkoba untuk melaporkan diri sehingga mereka mendapatkan intervensi yang tepat melalui rehabilitasi rawat inap maupun rawat jalan, baik secara medis maupun sosial. Melalui PLATO, bekerja sama memenuhi  hak para penyalahguna narkoba untuk bersih dan pulih dari ketergantungan narkoba.