YOUTH TRAINING FOR EMPOWERED GENERATION

SCARFS (SCHOOL AND COMMUNITIES CARING FOR HIV&AIDS ) dengan konsep terbaru yang mengusung konsep komunitas, pada tahun 2016 di Sidoarjo mulai menapakkan jejaknya. Bulan Februari, menjadi ajang untuk melatih calon fasilitator menjadi agen yang akan menyampaikan informasi seputar HIV&AIDS, Kesehatan Reproduksi, NAPZA, dan isu terkait kepada remaja. “Youth Training for Empowered Generation” menjadi tema yang diangkat dalam pelatihan ini.

Pelatihan yang didukung oleh MTV Staying Alive Foundation dan Yayasan PLATO ini berlangsung selama 3 hari, pada tanggal 26-28 Februari 2016 dengan peserta sejumlah 20 orang yang merupakan perwakilan dari remaja universitas (terpilih melalui seleksi tes dan wawancara), komunitas gay, waria, pecandu, dan juga karang taruna. Kegiatan pelatihan kali ini, jika dibandingkan dengan training pada tahun sebelumnya, dapat dikatakan sebagai training dengan anggota terlengkap. Hal tersebut dikarenakan para calon fasilitator berasal dari latar belakang komunitas yang berbeda. Keberagaman inilah yang nantinya diharapkan mampu memberikan jangkauan informasi terkait HIV&AIDS serta isu terkait secara komprehensif pada remaja dari berbagai kalangan.

Pelatihan yang bertempat di Perum Magersari Permai Blok AM-03, Sidoarjo. Berbagai materi disampaikan dalam pelatihan ini. Mulai dari informasi dasar mengenai HIV&AIDS, Kesehatan Reproduksi, Hak Anak dan Remaja, serta NAPZA, sampai dengan materi terkait skill, seperti komunikasi, konseling, advokasi, dan menjangkau komunitas. Selain itu, capacity builoding juga diberikan untuk penguatan organisasi, meliputi materi mengenai pengorganisasian, dan berbagai outbound untuk meningkatkan teamwork dan leadership dari peserta. Tim VEDHA sebagai penyelenggara dan panitia mencoba untuk memberikan pelatihan yang melibatkan berbagai narasumber dari berbagai latar belakang, seperti Psikolog, Konselor adiksi, Praktisi di bidang HIV&AIDS, Dosen, Balai Pemasyarakatan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sidoarjo, dan core team VEDHA.

Berbagai metode dilakukan dalam penyampaian materi sehingga tidak terkesan membosankan. Mulai dari diskusi, presentasi, role play, dan games. Peserta menunjukkan antusias yang mendalam terhadap acara, sehingga peserta cukup komitmen dalam menjalani pelatihan dari awal sampai akhir.

Output dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan tentang HIV&AIDS dan isu terkait serta meningkatnya kapasitas peserta dalam melakukan fasilitasi dan penjangkauan. Rencana tindak lanjut dari pelatihan berupa rencana aksi dari fasilitator untuk mengorganisir kegiatan penguatan kapasitas dan pendampingan selama bulan Maret sampai dengan Juni dan juga Roadhow ke sekolah, kampus, dan komunitas. Akan terbagai 5 kelompok fasilitator untuk melakukan roadshow ke 5 area di Sidoarjo. Hal ini menjadi tantangan, karena setiap area, memiliki karakteristik remaja yang berbeda. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan membuahkan hasil yang optimal dalam upaya penanggulangan HIV&AIDS serta isu terkait lainnya