Pelatihan Media Komunikasi Informasi Edukasi (KIE)

Saat ini, media menjadi salah satu alat yang penting dalam promosi kesehatan. Media promosi kesehatan yang efektif adalah media yang mampu memberikan informasi atau pesan-pesan kesehatan yang sesuai dengan tingkat penerimaan sasaran, sehingga sasaran mau dan mampu untuk mengubah perilaku sesuai dengan pesan-pesan yang disampaikan. Untuk mendapatkan media promosi kesehatan yang efektif diperlukan pengembangan dan penguatan kapasitas serta skill pembuat media promosi kesehatan. Pada tanggal 13-15 November 2015 di Villa Grass, Batu, Malang telah dilaksanakan Creative Media Workshop School and Campuss Caring for HIV&AIDS oleh VEDHA dan Yayasan PLATO atas dukungan MTV Staying Alive. Melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu mengemas pesan tentang HIV&AIDS dan isu terkait yang efektif bagi remaja. Peserta pelatihan ini berasal dari perwakilan 5 UKM Universitas terpilih yang mengikuti program SCARFS (Schools and Campus Caring for HIV&AIDS) dan perwakilan dari siswa SMA Dampingan UKM.

Peserta dan panitia berkumpul di Universitas Hang Tuah sebagai tempat pemberangkatan menuju lokasi pelatihan pada hari Jum’at, 13 November 2015. Perjalanan dari Surabaya ke Batu, Malang sekitar 3 jam. Sesampainya di Batu, peserta dipersilakan untuk istirahat sejenak, kemudian dilakukan pembagian kamar. Selanjutnya dilakukan sesi ringan dengan perkenalan antar peserta dan panitia, penulisan pohon harapan dan kekhawatiran, serta kontrak belajar. Sesi dilanjut kembali dengan brainstorming tentang permasalahan HIV&AIDS dan isu terkait di kalangan remaja oleh Anna Mahsusoh dan mulai memfokuskan isu remaja yang populer untuk diangkat sebagai berita. Di hari ke dua, pelatihan di awali dengan olahraga pagi dan sarapan. Materi pelatihan hari kedua adalah sebagai berikut : 

  1. Mengenal Komunikasi Perubahan Perilaku dan media yang efektif oleh Niken Agus
  2. Mengemas pesan melalui media cetak: teori dan praktik (press release dan artikel) oleh Sumarno dari Radar Surabaya
  3. Teknik Fotografi dan dilanjutkan dengan penugasan praktek foto oleh Mamuk Ismantoro dari Indonesia Images dan Indonesia Discovery
  4. Mengenal Software untuk Gambar oleh Rangga Mardika dari Yayasan PLATO
  5. Kritisasi media Narkoba dan HIV AIDS (yang sudah ada) oleh Niken Agus

 

Di hari ketiga, materi yang disampaikan adalah Mengemas pesan melalui media gambar: berupa praktik membuat Poster dan sticker dilanjutkan dengan materi Pengenalan media online dan pemasaran social. Pelatihan diakhiri dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut, dimana peserta harus menyusun rencana bersama untuk membuat media yang akan dilombakan dalam Final Competition dan Expo pada Peringatan Hari AIDS Sedunia pada bulan Desember mendatang. Selain itu, peserta juga akan melakukan publikasi terkait pesan kesehatan tentang perilaku sehat yang dapat mencegah penularan HIV melalui media sosial yang mereka miliki seperti BBM, facebook, maupun twitter. Hasil dari pelatihan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait materi pelatihan sebesar 3,64%. Pelatihan ini juga menghasilkan berbagai media seperti poster, mini komik, dan juga sticker. Di akhir pelatihan, peserta juga mengungkapkan kesan pesan mereka selama mengikuti pelatihan serta menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk membagikan pengetahuan dan skill yang mereka dapatkan selama pelatihan serta berpartisipasi dalam acara final competition dan expo