Pendidikan dan Pelatihan Terapi & Rehabilitasi Narkoba bagi Perempuan

Perempuan tidak lepas dari isu penyalahgunaan Narkoba. Berdasarkan Ringkasan Eksekutif Survei Nasional Perkembangan Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia (2011), angka prevalensi penyalahgunaan narkoba setahun terakhir tertinggi berada di kelompok wanita pekerja seks/WPS (28%) dan anak jalanan (16%). Berdasarkan jenis kelamin pun, pecandu narkoba suntik perempuan di Indonesia mencapai angka 10.533-10.722 orang, dengan prevalensi pada kelompok umur 20-29 tahun sebesar 1,8%. Data yang ada menggambarkan bahwa narkoba telah mengancam perempuan sebagai ujung tombak pendidikan bagi penerus bangsa. Untuk itu PLATO Foundation mengadakan “Pendidikan dan Pelatihan Terapi&Rehabilitasi Narkobabagi Perempuan”pada 14-16 September 2015.

Peserta diharuskan menginap di Pusat Pemulihan dan Pemberdayaan Perempuan Yayasan PLATO selama 3 hari agar peserta dapat fokus dan on time. Peserta mendapatkan materi mengenai kesehatan perempuan, gender & Seksualitas, all about NAPZA, modalitas terapi dan sosialisasi PP Wajib Lapor UU no 25 tahun 2012. Untuk mengukur peningkatan kognitif peserta dilakukan pre test dan post test, hasilnya adalah peningkatan sebesar 26,08 %. Kegiatan diakhiri dengan analisa masalah dan potensi diri dalam rangka menyusun rencana tindak lanjut setelah mengikuti pelatihan ini. Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan peserta yang memiliki masalah dengan penyalahgunaan narkoba agar mampu menolong dirinya sendiri dan sebayanya  untuk menuju hidup bersih dan pulih dari narkoba.

Perempuan tidak lepas dari isu penyalahgunaan Narkoba. Berdasarkan Ringkasan Eksekutif Survei Nasional Perkembangan Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia (2011), angka prevalensi penyalahgunaan narkoba setahun terakhir tertinggi berada di kelompok wanita pekerja seks/WPS (28%) dan anak jalanan (16%). Berdasarkan jenis kelamin pun, pecandu narkoba suntik perempuan di Indonesia mencapai angka 10.533-10.722 orang, dengan prevalensi pada kelompok umur 20-29 tahun sebesar 1,8%. Data yang ada menggambarkan bahwa narkoba telah mengancam perempuan sebagai ujung tombak pendidikan bagi penerus bangsa. Untuk itu PLATO Foundation mengadakan “Pendidikan dan Pelatihan Terapi&Rehabilitasi Narkobabagi Perempuan”pada 14-16 September 2015.

Peserta diharuskan menginap di Pusat Pemulihan dan Pemberdayaan Perempuan Yayasan PLATO selama 3 hari agar peserta dapat fokus dan on time. Peserta mendapatkan materi mengenai kesehatan perempuan, gender & Seksualitas, all about NAPZA, modalitas terapi dan sosialisasi PP Wajib Lapor UU no 25 tahun 2012. Untuk mengukur peningkatan kognitif peserta dilakukan pre test dan post test, hasilnya adalah peningkatan sebesar 26,08 %. Kegiatan diakhiri dengan analisa masalah dan potensi diri dalam rangka menyusun rencana tindak lanjut setelah mengikuti pelatihan ini. Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan peserta yang memiliki masalah dengan penyalahgunaan narkoba agar mampu menolong dirinya sendiri dan sebayanya  untuk menuju hidup bersih dan pulih dari narkoba.