Diklat Terapi&Rehabilitasi Narkoba bagi Anak dan Remaja

Yayasan PLATO turut mendukung program Indonesia Bebas Narkoba 2015 dengan mengadakan “Pendidikan dan Pelatihan Terapi&Rehabilitasi Narkoba bagi Anak dan Remaja”selama 3 hari pada 17-19 September 2015. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas anak dan remaja yang memiliki masalah dengan penyalahgunaan narkoba agar mampu menolong dirinya sendiri dan sebayanya menuju hidup bersih dan pulih dari narkoba.

apersepsi

Selama 3 hari peserta menginap di Pusat Pemberdayaan dan Pemulihan Adiksi Narkoba bagi Anak & Remaja milik Yayasan PLATO. Peserta mendapatkan materi tentang pengenalan diri sendiri, Napza, Adiksi dan seputar isu terkait adiksi, seperti HIV dan AIDS. Peserta juga menerima Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Wajib Lapor UU No. 25 tahun 2012 dari Kepala Bidang Terapi dan Rehabilitasi BNNP Jawa Timur (Nama) dan Pemahaman mengenai Sikap Remaja saat berhadapan dengan hukum oleh Pak Nadzif Ulfa selaku Kepala BAPAS Klas 1 Surabaya. Untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, dilakukan pre-test pada hari pertama dan post test saat hari terakhir. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan menunjukkan hasil sebesar 28,2%. Di akhir kegiatan, dilakukan Diskusi Grup Terarah (FGD) tentang “Apa masalah dan kebutuhanku?”. Tujuan dari diskusi ini adalah untuk memunculkan inisiatif dari peserta dalam menyusun rencana tindak lanjut setelah mengikuti pelatihan.

Yayasan PLATO turut mendukung program Indonesia Bebas Narkoba 2015 dengan mengadakan “Pendidikan dan Pelatihan Terapi&Rehabilitasi Narkoba bagi Anak dan Remaja”selama 3 hari pada 17-19 September 2015. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas anak dan remaja yang memiliki masalah dengan penyalahgunaan narkoba agar mampu menolong dirinya sendiri dan sebayanya menuju hidup bersih dan pulih dari narkoba.

outbound

Selama 3 hari peserta menginap di Pusat Pemberdayaan dan Pemulihan Adiksi Narkoba bagi Anak & Remaja milik Yayasan PLATO. Peserta mendapatkan materi tentang pengenalan diri sendiri, Napza, Adiksi dan seputar isu terkait adiksi, seperti HIV dan AIDS. Peserta juga menerima Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Wajib Lapor UU No. 25 tahun 2012 dari Kepala Bidang Terapi dan Rehabilitasi BNNP Jawa Timur (Nama) dan Pemahaman mengenai Sikap Remaja saat berhadapan dengan hukum oleh Pak Nadzif Ulfa selaku Kepala BAPAS Klas 1 Surabaya. Untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, dilakukan pre-test pada hari pertama dan post test saat hari terakhir. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan menunjukkan hasil sebesar 28,2%. Di akhir kegiatan, dilakukan Diskusi Grup Terarah (FGD) tentang “Apa masalah dan kebutuhanku?”. Tujuan dari diskusi ini adalah untuk memunculkan inisiatif dari peserta dalam menyusun rencana tindak lanjut setelah mengikuti pelatihan. Diantara rencana tindak lanjut sebagian pesertaadalah mengikuti program rehabilitasi komprehensif untuk benar-benar pulih dari adiksi Narkoba