Peningkatan Kapasitas Asesmen dan Konseling

Pencanangan Indonesia Bebas Narkoba 2015 oleh Pemerintah Indonesia terlihat masih jauh dari harapan. Hingga saat ini  peredaran gelap narkoba, penyalahgunaan, hingga pada masalah ketergantungan menjadi isu kritis yang perlu diintervensi di berbagai provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi Jawa Timur. Pada 2014, Jawa Timur berada pada peringkat kedua kasus narkoba terbesar di Indonesia (BNN, 2014). Mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba memerlukan kerja keras melalui kegiatan yang bersifat preventif dan rehabilitatif dengan melibatkan kerjasama multi sektor.

Sebagai salah satu cara untuk mengawali upaya pemulihan adiksi Narkoba dilakukan asesmen dan konseling bagi orang dengan ketergantungan Narkoba. Asesmen ditujukan untuk dapat menggali masalah dan kebutuhan klien (orang dengan ketergantungan Narkoba), sedangkan konseling yang efektif diharapkan mampu menjadisarana untuk mengubah sikap dan perilaku ke arah yang lebih positif. Dalam rangka memenuhi kebutuhan asesor dan konselor yang profesional, Yayasan PLATOmenyelenggarakan kegiatan “Peningkatan KapasitasAsesmen dan Konseling” pada Kamis-Jumat, 3-4 September 2015.

Peserta yang mengikuti kegiatan “Peningkatan KapasitasAsesmen dan Konseling” adalah staff PLATO dan fasilitator SCARFS (Schools and Campus Caring for HIV&AIDS). Diharapkan, semua peserta memiliki kapasitas dan kemampuan dalam melaksanakan asesmen dan konseling secara optimal dan efektif ketika pelaksanaan intervensi di bidang adiksi Narkoba dan isu terkait, baik di komunitas, maupun di dalam lembaga.

simulasi asesmen dan konseling

Pencanangan Indonesia Bebas Narkoba 2015 oleh Pemerintah Indonesia terlihat masih jauh dari harapan. Hingga saat ini  peredaran gelap narkoba, penyalahgunaan, hingga pada masalah ketergantungan menjadi isu kritis yang perlu diintervensi di berbagai provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi Jawa Timur. Pada 2014, Jawa Timur berada pada peringkat kedua kasus narkoba terbesar di Indonesia (BNN, 2014). Mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba memerlukan kerja keras melalui kegiatan yang bersifat preventif dan rehabilitatif dengan melibatkan kerjasama multi sektor.

Sebagai salah satu cara untuk mengawali upaya pemulihan adiksi Narkoba dilakukan asesmen dan konseling bagi orang dengan ketergantungan Narkoba. Asesmen ditujukan untuk dapat menggali masalah dan kebutuhan klien (orang dengan ketergantungan Narkoba), sedangkan konseling yang efektif diharapkan mampu menjadisarana untuk mengubah sikap dan perilaku ke arah yang lebih positif. Dalam rangka memenuhi kebutuhan asesor dan konselor yang profesional, Yayasan PLATOmenyelenggarakan kegiatan “Peningkatan Kapasitas Asesmen dan Konseling” pada Kamis-Jumat, 3-4 September 2015.

Peserta yang mengikuti kegiatan “Peningkatan KapasitasAsesmen dan Konseling” adalah staff PLATO dan fasilitator SCARFS (Schools and Campus Caring for HIV&AIDS). Diharapkan, semua peserta memiliki kapasitas dan kemampuan dalam melaksanakan asesmen dan konseling secara optimal dan efektif ketika pelaksanaan intervensi di bidang adiksi Narkoba dan isu terkait, baik di komunitas, maupun di dalam lembaga.