FINAL COMPETITION dan EXPO MEDIA KIE KREATIF

 

          

Schools Caring for HIV&AIDS (SCARFS), sebuah program pemberdayaan remaja berbasis sekolah untuk mengatasi isu kenakalan remaja yang berdampak pada penularan HIV, pada tahun 2014 telah diimplementasikan di Sidoarjo dengan 10 SMA/K sebagai sekolah dampingan. Tidak terasa perjalanan project SCARFS dengan dukungan MTv-Staying Alive Foundation sudah berjalan satu tahun pada Desember 2014. Diharapkan project ini berdampak positif terutama pada remaja sekolah sebagai sasaran utama.Dampaknya remaja yang tergabung dalam SCARFS menjadi tahu, mampu dan memiliki kapasitas untuk turut berpartisipasi aktif mencegah dan menanggulangi kenakalan remaja melalui perannya sebagai pendidik sebaya di sekolah.

Dampak tersebut dapat dirasakan , salah satunya melalui terselenggaranya Final Competition dan EXPO Media KIE Kreatif . Dalam hal ini SAHABAT SCARFS tidak hanya menjadi peserta lomba, akan tetapi juga terlibat sebagai panitia untuk bersama-sama merencanakan dan mengorganisir kegiatan ini hingga sukses. Selain mereka dapat mengemas pesan yang kreatif tentang HIV&AIDS dan isu terkait melalui lomba teater, fotografi dan essay, mereka juga berhasil menciptakan produk sosial yang menarik berupa media KIE seperti poster, stiker, leaflet, bookmark, blocknote, kalender, mug, pin dan cindera mata lainnya yang dibagikan secara cuma-cuma ataupun dengan membeli kepada pengunjung expo corner SCARFS 2014. Dalam Expo ini, tidak hanya SAHABAT SCARFS yang berpartisipasi, tetapi juga Dinas Kesehatan, KPA, Komunitas Remaja Peduli HIV&AIDS (PARPAS) dan juga Warga Peduli AIDS di Kabupaten Sidoarjo ikut serta dalam menyediakan informasi dan layanan terkait HIV&AIDS melalui EXPO ini.

Acara yang juga menjadi perayaan momentum peringatan Hari AIDS Sedunia 2014 dengan tema nasional “Cegah dan Lindungi Diri, Keluarga dan Masyarakat dari HIV&AIDS dalam rangka Perlindungan Hak Asasi Manusia” ini telah berlangsung pada hari Minggu, tanggal 14 Desember 2014 pukul 08.30-15.00 WIB di Gedung Dinas Pariwisata dan Olahraga, Jl. Sultan Agung No.34 Sidoarjo. Kegiatan ini menjadi bagian dari aksi nyata upaya pengendalian penularan HIV&AIDS, bersama menyelamatkan remaja dan seluruh masyarakat Sidoarjo dari penularan HIV. Tahun ini Sidoarjo masih menduduki peringkat ketiga kasus HIV&AIDS di Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang.

Dalam kegiatan ini, PLATO berhasil melibatkan banyak Stake Holder terkait di Sidoarjo yaitu KPA, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Lapas Klas IIA Sidoarjo, VEDHA, Creative Media, Komunitas Remaja Peduli HIV&AIDS (PARPAS) dan WPA (Warga Peduli AIDS).

Serangkaian aksi dan kreasi yang dikemas dalam lomba dan expo ini bertajuk “HIV&AIDS: Semua Bisa Kena, Semua Bisa Cegah”. Gerakan aksi bersama ini selain expo dan grand final lomba, juga telah melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk menorehkan pesan dan tanda tangan tentang HIV&AIDS dan mendeklarasikan Sidoarjo Peduli HIV&AIDS.Rangkaian acara juga diwarnai dengan persembahan performance oleh SAHABAT SCARFS, Game tentang HIV&AIDS, dan juga dimeriahkan dengan bazar dan Flash Mob di akhir acara.

Jam 08.00 WIB telah terlihat peserta mulai mendatangi tempat acara lomba dan expo berlangsung. Mereka melakukan registrasi dan sekaligus mendapatkan stiker kecil dari panitia yang berisi himbauan pada remaja untuk hidup sehat tanpa narkoba dan seks bebas dalam rangka menyelamatkan diri dari penularan HIV.

Pukul 09.00 Master of Ceremony (MC) dari PLATO, Niken dan Ananta membuka acara dengan mengucapkan selamat datang kepada tamu undangan dari berbagai stake holder dan seluruh peserta yang hadir dalam acara ini. MC membacakan susunan acara dari awal hingga akhir dan dilanjutkan dengan meminta seluruh peserta yang hadir untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk wujud cinta terhadap tanah air. Seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan dengan berdiri dan dipandu oleh Reza sebagai dirigen.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Koordinator kegiatan lomba dan expo yaitu Choliq, dalam sambutannya Choliq melaporkan seluruh perkembangan lomba dan expo serta tujuan terselenggaranya acara ini. Sambutan kedua dari Sekretaris KPA Sidoarjo yaitu Bapak Drs Hariyadi Ec.Dalam sambutannya, KPA memberikan apresiasi yang luar biasa kepada PLATO sebagai inisitator dan leading dalam penyelenggaraan acara ini dan harapannya seluruh komponen masyarakat dapat mengambil peran dan aksi dalam pencegahan dan penanggulangan HIV&AIDS di Sidoarjo.

Acara dilanjutkan dengan Deklarasi Sidoarjo Peduli HIV&AIDS, sebuah komitmen seluruh Stake Holder untuk bersama menyelamatkan masyarakat Sidoarjo dari penularan HIV, meningkatkan akses layanan kesehatan yang dibutuhkan ODHA, dan tidak ada stigma dan diskriminasi bagi ODHA di wilayah Sidoarjo. Deklarasi ini dibacakan oleh Sekretaris KPA dan seluruh stake holder yang berada di atas panggung serta diikuti oleh seluruh peserta yang hadir. Deklarasi diakhiri dengan penandatangan bersama seluruh Stake Holder terkait sebagai wujud komitmen bersama untuk ikut mengambil peran dalam pengendalian HIV di Sidoarjo. Adapun isi deklarasi adalah sebagai berikut:

1. Berperan aktif mencegah dan menanggulangi HIV&AIDS melalui upaya pengembangan program yang komprehensif dan efektif di wilayah Sidoarjo

2. Menyediakan dan memenuhi kebutuhan informasi dan edukasi terkait perlindungan dari penularan HIV pada perempuan , anak dan remaja dalam upaya pemenuhan Hak Asasi Manusia

3. Melakukan pemenuhan terhadap hak ODHA melalui upaya peningkatan akses layanan pengobatan, serta tersedianya dukungan dan perawatan ODHA berbasis masyarakat

4. Membangun lingkungan yang kondusif tanpa stigma dan diskriminasi di segala bidang bagi ODHA di lingkungan keluarga, sekolah dan di seluruh lapisan masyarakat.

5. Keterlibatan ODHA dan OHIDHA dalam setiap perencanaan, penyusunan dan pengembangan kebijakan Pemerintah daerah yang terkait dengan pencegahan dan penanggulangan HIV & AIDS.

Setelah penandatangan deklarasi, doa bersama dilakukan dengan dipimpin oleh Anshori, salah satu fasilitator pendampingan SCARFS di Sidoarjo.

Acara dilanjutkan oleh MC dengan membuka grand final lomba teater, fotografi dan essay yang telah berhasil diseleksi dan diambil 8 besar untuk lomba teater, 20 besar untuk karya essay dan 20 besar untuk fotografi. Sebelum lomba dimulai, MC memperkenalkan juri dari ketiga jenis kategori lomba. Juri teater adalah Heti Palestina , seorang pemain teater yang sudah go internasional dan Pulung Siswantara,seorang dosen Promosi Kesehatan Universitas Airlangga yang juga menggeluti isu HIV&AIDS. Sedangkan juri essay adalah Reni Catur, seorang mantan wartawan media cetak yang pernah aktif juga sebagai fasilitator SCARFS di Surabaya. Juri fotografi dipegang oleh Sugeng Deas, seorang fotografi Jawa Pos yang memiliki pengalaman liputan di berbagai negara, yaitu Malaysia, Jerman,Thailand, Laos, Myanmar dan USA.

Disamping itu, MC juga membacakan kriteria penilaian lomba yang secara umum dilihat melalui aspek performance, orisinalitas, relevansi karya dengan tema dan kreatifitas. Dari ketiga lomba ini akan diambil masing-masing juara terbaik dan favorit. Juara terbaik akan dipilih oleh juri dan juara favorit akan diambil berdasarkan hasil voting peserta. Panitia menyiapkan 3 kotak voting untuk seluruh peserta yang hadir agar memilih finalis favoritnya, kotak warna biru untuk teater, hijau untuk essay dan kuning untuk fotografi.

Dalam panggung teater juga diselingi dengan aksi sahabat SCARFS agar tidak monoton dan lebih bervariatif. Adapun aksi panggung tersusun sebagai berikut:

1. Teater SMAN 1 Krembung 

2. Teater SMA Mubarok 

3. Teater SMA Hangtuah

4. Bitbox dari SMK Penerbangan

5. Band dari SMA 1 Waru 

6. Musikalisasi Puisi dari SMK Krian2

7. Teater SMA Muhammadiyah 3

8. Teater SMA Muhammadiyah 2

9. Teater SMA 1 Gedangan

10. Vocal Group dari SMAN 3

11. Teater SMA Dharma Wanita 1

12. Teater SMK 10 November

13. Menyanyi solo dari SMA Muhammadiyah 2

Selama pelaksanaan lomba teater berlangsung, di Expo corner telah dipamerkan 20 hasil karya dari masing-masing essay dan fotografi. Finalis berada disamping hasil karyanya sambil menunggu penilaian dari juri. Juri essay dan fotografi dalam proses penjuriannya telah melakukan tanya jawab kepada 20 finalis dan juga memberikan masukan terhadap seluruh hasil karya mereka.

Tepat pukul 14.10, lomba teater telah usai, MC memberikan waktu kepada kedua juri teater untuk memberikan kesan dan masukan terhadap seluruh teater yang telah ditampilkan oleh para finalis. Kemudian pada saat itu juga MC memberikan pengumuman bahwa voting telah ditutup. Panitia segera melakukan perhitungan dari hasil penilaian juri dan hasil voting untuk menentukan juara terbaik dan terfavorit dari ketiga kategori lomba.

Acara dilanjutkan dengan pemberian piagam penghargaan kepada 10 sekolah dampingan SCARFS di Kabupaten Sidoarjo atas dukungan dan kerjasamanya dalam program SCARFS. 10 sekolah tersebut adalah: SMAN 3 , SMA Muhammadiyah 2, SMA Hangtuah 2, SMA Dharmawanita 1, SMA Unggala, SMAN 1 Waru, SMK Penerbangan, SMA Senopati, SMA Krian 2 dan SMA PGRI 1.

Acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang yang ditunggu oleh seluruh peserta lomba. Adapun pemenang dari ketiga lomba adalah sebagai berikut: Juara terbaik teater dimenangkan oleh SMA 10 November dan juara terfavorit dimenangkan oleh SMA Dharmawanita 1. Untuk juara essay terbaik dimenangkan oleh siswa dari SMA 1 Porong dan juara terfavorit dimenangkan oleh siswa dari SMA Muhammadiyah 2. Sedangkan juara terbaik lomba fotografi dimenangkan oleh siswa dari SMA Krian 2 dan juara tervaforit dimenangkan oleh SMAN 2. Ada juga penghargaan sekolah SCARFS terbaik yang dimenangkan oleh SMA Hangtuah 2 dengan kriteria yang sudah disosialisasikan oleh PLATO pada saat advokasi workshop berlangsung pada awal proyek SCARFS. Serta ada hadiah juga untuk supporter terheboh yang dimenangkan oleh SMA Krian 2.

Acara dilanjutkan dengan persembahan dari panitia berupa pemutaran proshow kegiatan lomba dan expo dari awal hingga akhir pelaksanaan kegiatan pada hari ini. Acara ditutup dengan flash mob yang dikomandani oleh pasukan dari SMA Hangtuah 2. Flash mob ini merupakan akhir dari keseluruhan acara yang berlangsung pada hari ini, seluruh peserta bergerak bersama menyuarakan stop HIV: Semua bisa kena, semua bisa cegah.

Dari pesan HIV&AIDS yang diberikan melalui berbagai aksi dan media ini sangat bervariatif. Ada yang menyuarakan untuk hidup sehat tanpa narkoba dan seks bebas, menyerukan untuk berdaya lindungi diri dari penularan HIV, ada juga pesan untuk tidak melakukan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA dengan jauhi virusnya, bukan orangnya. Pesan juga memuat tentang ajakan untuk tes HIV bagi yang melakukan perilaku beresiko dan kampanye kondom bagi mereka yang melakukan seks bebas. Serta pesan lainnya yang intinya himbauan untuk menyelamatkan masyarakat Sidoarjo dari penularan HIV. Serangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan inovasi dan kreatifitas dalam melakukan aksi pencegahan dan penanggulangan HIV&AIDS serta menyuarakan stop stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. Acara berakhir tepat pukul 15.00 WIB.